Bertahan Hidup ala Anak Kos

By Media Kampus SJ - 13:14



Bertahan Hidup ala Anak Kos
Penulis : Divisi Kepenulisan
UKM Media Kampus

Halo good people..

Apa kabar? Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan yah,  aamiin...

Nah guys, pada kali ini aku mau bahas hal yang gak kalah menarik dari pembahasan sebelumnya nih.
So, kali ini aku mau bahas tentang Cara bertahan hidup ala anak kost.

Cekidot.. 

Hidup sebagai anak kosan tak sama seperti hidup di rumah bersama orangtua. Jika di rumah punya alat-alat lengkap untuk menunjang kehidupan, sebagai anak kosan kamu harus bertahan dengan keterbatasan. Bukan hanya itu, yang paling penting kita juga punya cerita suka duka kita sebagai anak kos, hidup manis pahitnya kita dikos, apalagi yang bareng-bareng sama temen. 

Kebanyakan anak kos ini mereka itu jauh dari kampung halamannya, mereka harus kerja, harus kuliah, juga yang memaksakan mereka harus pergi merantau.

Nah kadang suka bingung, gimana caranya kita bertahan hidup jauh dari keluarga, kita perantau, gak ada sanak saudara disini. Jadi kayanya tema ini cukup keren deh kalau kita gali sedikit, yakan? 

Terlebih dahulu kita ungkap dulu fakta-fakta anak kos yuk.

Fakta pertama, para anak koster ini mereka lebih berekspresi. Maksudnya mau kesana kesini juga bebas,  tidak ada yang melarang. Ingat kalo kita sedang dirumah, mau keluar beli cendol juga mesti ijin terlebih dahulu bukan, sekarang kita keluar ingin beli sesuatu, mengerjakan tugas di kos an temen sudah bebas, tak jadi masalah. Kita bebas berekspresi tapi tetap pada amanah orang tua pastinya. 

"karena ngekost itu bebas, cuman kita harus mandiri soalnya apa apa oleh sendiri.  Bagus banget buat orang yang mau mandiri bisa ngekost dan sepantasnya anak kuliah itu harus bisa mandiri." ucap kang Redi seorang mahasiswa yang mulai ngekos pada tahun 2018 (13/7/2020).

Fakta selanjutnya, ngerasa gak sih kalo kita itu jadi jago menghitung, jago akuntansi? Pengeluaran dan pemasukan semua kadang terhitung rapih bukan? Anak Kos punya manajemen keuangan sendiri, ada yang boros diawal irit diakhir, ada yang irit diawal boros diakhir, ada yang selalu irit dan ada juga yang boros berkepanjangan, beragam deh.

Nah kadang dari sisi ekonomi juga yang jadi tarungan kita untuk tetap bisa bertahan hidup. Mau tidak mau kita harus tetap bertahan hidup walau sedang di kota orang. Keinginan tak ingin membebani orang tua pasti menjadi hal yang sangat terpikirkan bukan. Biaya untuk membayar kos nya tiap bulan, uang bekal kita sehari-hari dan pengeluaran lainnya. 

So,  gimana sih agar kita bisa bertahan hidup sebagai anak kos? Jadi, aku mau sedikit cerita nih. Aku punya teman yang bernama Maryani. Dia itu salah satu seorang koster juga. Dia berasal dari kota Intan Garut dan merantau ke kota Kembang Bandung untuk melanjutkan pendidikan nya di STMIK JABAR. 

Dia juga seorang guru disalah satu Sekolah Dasar di Bandung. Namun pengeluaran makin sini makin meningkat bukan. Dan lanjut dia terpikir untuk membuat kemampuannya mengajar itu menjadi penghasilan lebih. Akhirnya Maryani ini memutuskan untuk membuka les, seperti les mengaji, les membaca dan lain-lain. Tak hanya itu hobby memasaknya juga kini membuah hasil. Sekarang ia membuka usaha kecil-kecilan yaitu jajanankost. Ya sesuai dengan nama toko nya maka menu-menunya pun sesuai dong seperti suki, mipiou dan bacil. 

Dan yang paling menginspirasi lagi ia punya prinsip yang memang pasti terlintas di kepala para anak koster. 

"Bahwa tidak mau  sepeserpun uang dari orang tua untuk menghidupinya biaya nya disini". Ujar Maryani seorang mahasiswa yang mulai ngekos pada tahun 2019 (13/7/2020).

Perjalanannya cukup memotivasi banget kan, kita gunakan kemampuan dan hobby kita  untuk bisa berbuah penghasilan. So,  gak ada yang mudah yah. Kita benar - benar harus memulai proses nya dulu. Keinget pepatah

Berakit-rakit dahulu, berenang-renang kemudian
Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. 

Pepatah ini memang lah benar, terkadang kita harus merasakan dulu pahitnya proses. So pasti hasilnya gak bakalan menghianati proses nya kan. 
Nah itu dari segi keekonomian, lalu bagaimana sih dari segi lainnya?.

"Kalo untuk bertahan, dulu saya pernah kerja waktu kuliah. Tapi buat sekarang saya fokus di bisnis jualan online kesehatan,  ya gitu buat bertahan keekonomian.  Kalo bertahan dari segi kemandirian kadang saya juga susah buat di awal-awal. Kadang males buat bersih-bersih, males ngapa-ngapain dan sama sekali gak ada yang nasehatin saya, karena saya benar-benar hidup sendiri di kos an. Tapi seiring berjalannya waktu bisa juga asalkan kita tetap berusaha buat berubahnya" ucap kang Redi lagi. 

Salah satu problemnya dari para anak koster ini yaitu sering datangnya rasa malas pada diri.  Kita malas bersih-bersih, malas makan juga ada dan pokonya males ngapa-ngapain deh. Kadang ada yang cape yah dengan kegiatan diluarnya. Tapi jika tumbuh rasa malas pada diri kita itu kadang emang gak baik buat diri kita sendiri. 

Pertama yang malas bersih-bersih kosan, guys secape-capenya kegiatan kalian diluar pasti kalian butuh tempat istirahat yang nyaman kan,  setidaknya kalian bisa untuk membersihkan kamar ataupun hanya tempat tidur juga oke ko. Masa kalian udah cape sama kegiatan diluar terus tidur kalian juga gak nyaman. Nah itu dari hal kecilnya guys.

Oke guys,  jadi itu cerita mereka tentang cara bertahan hidup ala anak kos. Semuanya penuh motivasi bukan. Semoga kalian para anak koster bisa mengambil hal baiknya dari pembahasan ini dan untuk hal negatif nya dibuang saja. Dan pasti masih banyak lagi di luar sana dengan cerita-ceritanya yang menarik juga memotivasi. So, jangan ngerasa minder yah. Mereka juga memulainya dari nol ko untuk bisa bertahan hidup sebagai perantau. 

Kayanya pembahasan kali ini dicukupkan sekian yah, semoga pembahasan ini bisa bermamfaat dan membantu kalian untuk bisa bertahan hidup sebagai anak koster.

Salam anak koster.. 
Bye. 

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar